GreenResort - Alhamdulillah, bulan puasa telah memasuki hari yang ke-15, Semoga kita diberi kekuatan untuk melalui bulan penuh ampunan ini. Amin
Bulan ramadhan yang murah ampunan ini memotivasi kira untuk meng”geber” kebaikan, baik hubungan kita dengan ALLAH (sholat, puasa) maupun hubungan dengan manusia (sedekah, zakat). Setelah siang hari diwajibkan kita akan menahan nafsu (amarah, lahiriah, juga makan dan minum), malamnya kita disibukkan akan sholat tarawih juga sholat malam.
Jika kita amati, ada beberapa fenomena unik yang terjadi di bulan suci ini, yang tak dijumpai dibulan-bulan lain. Lahan maksiat (prostitusi dan pub) ditutup walaupun ada saja yang curi-curi kesempatan. Masjid yang umumnya sepi hamba ALLAH, sekarang digandrungi umat muslim untuk beribadah. Lain pula para kaum selebritas, para musisi berbondong-bondong meluncurkan rilisan terbaru hasil karyanya dengan mengatas namakan “album religi”. Juga para seniman layar kaca dengan serial strippingnya dengan settingan suasana yang islami yang mencoba siar islam melalui pesan moral yang coba disajikan.
Tak ketinggalan para mahasiswa. Dengan label “sang intelektual” mahasiswa mencoba menyemarakkan bulan ramadhan ini dengan berbagai aktivitas yang membangun. Aktifis lembaga dakwah mengadakan kajian-kajian agama sambil menunggu saatnya berbuka. Ada juga yang melaksanakan bakti sosial dengan membagikan hidangan sahur layaknya “sahur on the road” ala kaum selebritas. Juga untuk para mahasiswa yang hendak menyalurkan kegemarannya dalam dunia cooking-mengCooking. Mereka coba menghidangkan makanan untuk kebutuhan berbuka seperti; kolak, aneka gorengan es buah, dll. “Lumayan untuk menambah uang lebaran”, begitulah komentar salah satu kawan.
Namun dari semua hal baik diatas, ada satu hal yang memprihatinkan. Ada salah satu kawan yang computernya raib saat di tinggal keluar untuk keperluan berbuka. Ya ALLAH sungguh tak beradabnya para pencuri itu. (rasanya g ada pencuri yang beradab, hehehe ;P)
Ramadhan memang bulan yang penuh hikmah.
Semoga kita digolongkan sebagai hamba-Nya yang pandai mensyukuri nikmat, serta cerdas dalam mengartikan hikmah pada bulan ramadhan ini. Tidak seperti sang “pencuri” yang keblinger dalam mengartikan hikmah.




































