Mengais Keuntungan dari Sampah Elektronik

Semua barang elektronik, seperti TV, radio, tape atau komputer, selalu mengandung emas. Namun dibandingkan semua perangkat tersebut, daur ulang ponsel lebih diminati. Pasalnya jumlah emas yang dikandung lebih besar. Belum lagi ukuran fisiknya lebih kecil sehingga proses pengumpulannya lebih praktis.

Di negara-negara maju, peralatan elektronik bekas atau yang rusak memang menjadi persoalan tersendiri. Tukang servis di luar masa garansi sangatlah jarang. Kalaupun ada, ongkosnya sangat mahal, sehingga lebih praktis membeli baru.

Karena itu, barang elektronik rusak di sana nyaris tidak ada harganya. Sementara itu, di Indonesia ponsel bekas yang sudah mati total sekalipun, masih dihargai sekitar Rp 50 ribu, karena ada beberapa komponen yang bisa dikanibal ke ponsel lain yang sedang diservis.

Jumlah ponsel yang digunakan di seluruh dunia memang mencengangkan. Tahun ini saja, penjualan ponsel global akan meningkat 12 persen dibandingkan tahun 2007, menjadi 1,28 miliar unit. Padahal, model-model dan merek baru terus bermunculan, menggoda pemilik ponsel lama untuk berganti dan membuang ponsel lamanya.

Dari miliaran ponsel tersebut, tentu ada jutaan ponsel yang rusak atau dibuang. Jika ada 10 juta saja dari seluruh ponsel tersebut rusak atau dibuang, dengan berat rata-rata 100 gram per ponsel, maka bisa didapat 1000 ton ponsel bekas yang bisa didaur ulang –sebuah angka yang sangat besar.

Di Jepang, dari 128 juta penduduknya, rata-rata orang memakai ponselnya selama 2 tahun 8 bulan. Di Indonesia, meskipun belum ada penelitian resmi, banyak yang mengganti ponselnya setelah sekitar 1 tahun pemakaian. Tak heran, merek dan model baru selalu disambut hangat di pasar. Sepuluh operator GSM/CDMA yang cenderung makin menurunkan tarifnya, mendorong konsumsi ponsel ini lebih cepat lagi. Bahkan mulai banyak pula yang merasa perlu memiliki ponsel lebih dari satu.

Tentu saja dari ponsel yang beredar ini – diperkirakan ada sekitar 60 juta unit ponsel yang beredar di Indonesia saat ini – ada saja yang rusak. Tinggal dihitung nilainya saja jika ada sekitar 10% yang rusak dan didaur ulang.

Lebih Banyak Dibandingkan Tambang Emas

Perusahaan Jepang, Yokohama Metal Co Ltd, pernah melakukan penelitian dan menemukan bahwa satu ton bahan tambang emas setelah diolah, rata-rata hanya menghasilkan 5 gram emas. Padahal, satu ton ponsel bekas bisa menghasilkan 150 gram emas atau lebih. Selain emas, 1 ton ponsel bekas juga bisa menghasilkan 100 kg tembaga, 3 kg perak, dan logam-logam lain.

Pabrik daur ulang ponsel di Jepang, Eco-System Recycling Co, menghasilkan emas batangan antara 199.58 – 299.37 kg per bulan, yang nilainya berkisar US$ 5,9 juta – US$ 8,8 juta. Hasil yang hampir sama dengan sebuah penambangan emas skala kecil, dengan risiko dan modal yang lebih kecil.

Bahan-bahan logam yang telah diekstraksi tersebut umumnya digunakan lagi untuk pembuatan rangkaian elektronik di ponsel atau perangkat elektronik lainnya. Logam dalam jumlah sangat sedikit seperti Indium, merupakan komponen penting dalam pembuatan TV layar datar dan layar komputer. Logam seperti antimony dan bismuth juga dipakai pada banyak perangkat berteknologi tinggi.

Untuk bahan yang didaur ulang, selain dari dalam negeri, beberapa perusahaan Jepang sudah mulai mengimpor PCB (rangkaian elektronik) dari Singapura dan Indonesia. Jepang sendiri mendapat saingan cukup ketat dari perusahaan daur ulang lain dari Cina.

Proses daur ulang ini menjadi begitu menarik karena harga logam di pasaran internasional terus naik. Emas diperdagangkan pada kisaran harga US$ 890 per ounce (1 ounce = 28.35 g), setelah pada bulan Maret menyentuh harga tertinggi sepanjang sejarah yaitu US$ 1,030.80.

Tembaga dan timah juga mencapai harga tertingginya di pasar, sedangkan harga perak bergerak di atas rata-rata. Inilah tambang emas baru yang belum banyak disadari oleh dunia industri kita.

10 Comments

  1. Kalau tambang emas yang dominan apa gak di Jateng sama di jatim ?? Khan banyakmas-mas disitu ! he he he …. salam !

  2. emmm daku menerima daur ulang hape yang tak terpakai lagi, terutama nokia seri N, hihihi…

  3. Baru taw kalo ada emas dalam komponen hp, sriuz :D
    Kalo harga nikel naik juga gak? hihi :D

  4. wah baru tahu juga tuh kalau barang gituan ada emas nya gimana cara memngambilnya mas?

  5. Sekenario pembuangan sampah besar-besaran dari negara maju yang masuk ke Indonesia sudah berhasil, namun masyarakat tidak menyadari bahkan membeli dengan harga mahal dan termakan iming-iming emas palsu. Saya katakan PALSU karena ternyata logam kuning yang mirip emas tersebut tertarik MAGNET namun patut kita maklumi kondisi masyarakat yang sedang terhimpit dengan kedaan menjadi menutup mata tetang sekenario pembuangan sampah elektronik tersebut. Bila anda pelajari dengan saksama e-book yang banyak beredar ternyata hanya hasil copy paste dan terjemahan dari situs-situs yang bersal dari Negara-negara penghasil sampah elektronik yang sedang mencari korban yang akan dijadikan tempat sampah gratis dan bahkan sampah tersebut menghasilkan uang.

  6. MENDULANG EMAS DALAM SAMPAH ELEKTRONIK / E-WASTE PROYEK JAHAT
    Sekenario pembuangan sampah besar-besaran dari negara maju yang masuk ke Indonesia sudah berhasil, namun masyarakat tidak menyadari bahkan membeli dengan harga mahal dan termakan iming-iming emas palsu. Saya katakan PALSU karena ternyata logam kuning yang mirip emas tersebut tertarik MAGNET namun patut kita maklumi kondisi masyarakat yang sedang terhimpit dengan kedaan menjadi menutup mata tetang sekenario pembuangan sampah elektronik tersebut. Bila anda pelajari dengan saksama e-book yang banyak beredar ternyata hanya hasil copy paste dan terjemahan dari situs-situs yang bersal dari Negara-negara penghasil sampah elektronik yang sedang mencari korban yang akan dijadikan tempat sampah gratis dan bahkan sampah tersebut menghasilkan uang.

  7. MENDULANG EMAS DARI SAMPAH ELEKTRONIK TRIK BURIK NEGARA PENGHASIL SAMPAH ELEKTRONIK.
    Skenario pembuangan sampah elektronik dengan mengiming-imingi EMAS PALSU. Sepanjang jaman belum ada ceritanya emas bisa tertarik magnet, apakah anda pernah mecoba emas hasil pengolahan limbah elektronik didekatkan pada magnet? Negara Indonesia sudah dijadikan tempat sampah dari negara-negara maju.

  8. Yang realistis aja dwech, dari pada mendulang emas dari sampah2 yang ge jelas juntrunganya itu, mendingan sekarang kita kejar teknologi yang bisa mengkonversi sampah/limbah padat jadi energy…
    seperti yang udah dilakukan di beberapa negara lain, sampah itu bisa jadi bahan pembangkit listrik lho…

    chayoo…

  9. gimaanaaa cara ngambil emasnya coy

  10. bagi yang berminat dengan usaha mendulang emas dari bahan komponen elektronik bekas sms saja ke 08567368179 om tunggu ya


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.