Tuhan mencintai siapa yang merendah dalam kehidupan pribadinya!

Hingga umurnya yang ke-63, tampaknya belum nampak tanda-tanda Indonesia akan menjadi bangsa besar seperti yang dicita-citakan para fouding fathers. untuk bisa keluar dari “jebakan” krisis multidimensi dalam beberapa tahun mendatang tampaknya masih cukup berat. kesenjangan sosial-politik-ekonomi masih besar, kerusakan lingkungan yang hampir tersebar di seluruh pelosok negeri, sepinya aktualisasi keadilan hukum bagi masyarakat kecil, dan tatanan politik yang sangat bias elit masih menjadi pemandangan telanjang didepan publik. Dengan kekayaan alam yang sulit dicari bandingannya, dan jumlah penduduk yang besar tampaknya belum cukup menjadikan indonesia sebagai bangsa besar di abad 21 dalam arti yang sebenarnya. tanpa adanya bingkai nilai sosio-budaya atau kelembagaan yang sehat dan kuat, keinginan menjadikan bangsa ini memiliki keberlanjutan bisa dianggap sebagai impian seorang “paranoia”. Sulit ditolak jika ada pihak manapun yang mengajukan pertanyaan kritis:

“Apakah bangsa Indonesia bisa keluar dari krisis multidimensi dan masih berhak mempunyai cita-cita menjadi bangsa besar di abad 21 ini?”

Sebenarnya ada apa dengan bangsa tercinta ini????

Para dewan tercinta yang semestinya menjadi “kurir” aspirasi rakyat, justru bertumbangan satu demi satu ditangan KPK untuk merasakan kelamnya hotel “prodeo”. Adakalanya kita sebagai bangsa yang besar, mau terus belajar tanpa sedikitpun keangkuhan atas sederet jabatan maupun gemerlap materi.

Tapi itu tidak tampak dari kepemimpinan kharismatik nan menginspirasikan dari Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, yang terkenal “pembangkang” atas ketidakadilan Negara adidaya (paman sam-Red).

Ahmadinejad, adalah presiden Iran yang membuat orang ternganga, pada saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan, Ia menyumbangkan seluruh karpet Iran Istana yang sangat tinggi nilai maupun harganya itu kepada masjid-masjid diTeheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri-menterinya untuk datang kepadanya dan menteri-menteri tersebut akan menerima sebuah dokumen yang ditanda-tangani yang berisikan arahan darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri-menterinya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat berakhirnya masa jabatan, dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

Berikut ini petikkan wawancara :

??? ; “Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?”

“Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:”Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran .”

Berikut adalah bagaimana penggambaran dirinya.

Langkah pertamanya adalah, ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya disebuah daerah kumuh di Teheran.

Rekening banknya bersaldo minimum, satu-satunya pemasukan ialah uang gaji bulanannya. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinya. seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan.

Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yang selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuknya.

Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri-menterinya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang telah dilakukan, Ia juga memotong protokoler istana sehingga menteri-menteri nya dapat masuk keruangannya tanpa ada hambatan

Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi Presiden ???

1 Comment

  1. selain Ayatollah Rouhollah Mousavi Khomeini (Imam Khomeini) orang Iran yg kukagumi, Presiden Iran Ahmadi Nejad……

    oya sorang teman yg penah tinggal di New Zealand bilang gini : aq heran ya knpa negara kita ini bisa miskin padahal mauw nanam apaaaaaja isa numbuh….. dibanding dgn NZ, kalo lgi musim salju smua tneman musnah ketutup bongkahan es….
    apa yg terjadi???? wallahu alam……


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s