Unilever serta sumbangsihnya pada Kerusakan Hutan

Unilever, nama dibalik berbagai merek besar dunia, termasuk sabun Dove, ternyata menyumbang perusakan hutan serta lahan gambut Indonesia, ekosistem terakhir di muka bumi
yang merupakan cadangan karbon yang besar serta merupakan habitat orangutan serta satwa langka lainnya.

Dalam laporan yang bernada keras, bertajuk “Membakar Kalimantan”, Greenpeace membeberkan laporan baru yang menunjukkan titik-titik dimana para pemasok Unilever menghancurkan hutan gambut dan habitat orang utandemi menanam kelapa sawit, salah satu bahan penting dalam pembuatan merek sabun terkenal Unilever.

“Sungguh keterlaluan apabila hutan hujan kita terus dirusak demi produksi minyak kelapa sawit. Greenpeace telah berkali-kali menyerukan pemerintah Indonesia untukmenyatakan moratorium guna menyelamatkan hutan dan lahan gambut tersisa dari penghancuran hanya demi sabun dan shampo”,

Hapsoro, juru kampanye hutan Greenpeace Asia Tenggara.

Sebagai mana kita ketahui sebelumnya, kerusakan hutan Indonesia terjadi lebih pesat dibandingkan negara pemilik hutan lainnya di dunia. Hal ini menjadikan Indonesia penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar ketiga di muka bumi. Lahan gambut yang dalam di kawasan ini ketika dikeringkan dan kemudian dibakar dalam proses mempersiapkan lahan baru untuk perkebunan kelapa
sawit
menghasilkan karbon dioksida dalam jumlah yang besar. Kawasan lahan gambut ini bertanggung jawab atas 4% dari jumlah emisi gas rumah kaca dunia.

Laporan ini juga menjelaskan bagaimana pertumbuhan sektor kelapa sawit memberikan dampak buruk terhadap keanekaragaman hayati. Jumlah populasi orangutan merosot drastis dan terancam kepunahan.

Dengan memetakan kawasan yang dikendalikan oleh perusahaan-perusahaan kunci yang menjadi pemasok perusahaan Unilever, laporan ini menjelaskan bagaimana perusahaan dengan hubungan langsung dengan Unilever saat ini membabat habitat orangutan yang tersisa. Laporan ini juga mencakup riset lapangan yang dilakukan oleh Greenpeace di bulan-bulan awal tahun 2008.

“Kami tercengang saat mengetahui bagaimana Unilever, yang merupakan salah satu pengguna minyak kelapa sawit terbesar di dunia dan merupakan pemrakarsa utama Roundtable of Sustainable Palm Oil (RSPO), suatu organisasi industri yang dibentuk untuk memastikan produksi minyak kelapa sawit yang ramah lingkungan, ternyata tidak melakukan apapun untuk mengehentikan para pemasok merusak hutan serta lahan gambut,” ujar Sue Connor dari Greenpeace Internasional di Jakarta, “Kecuali Unilever membersihkan segenap operasinya orangutan akan punah lebih cepat, kita kehilangan kesempatan bertindak mencegah bencana iklim.”

Maka dari itu, dalam rangka memperingati World Day. Saatnya kita

  • Menyerukan Unilever agar secara terbuka mendeklarasikan penghentikan perluasan lahan kelapa sawit pada kawasan hutan dan lahan gambut serta berhenti berbisnis dengan pemasok yang terus merusakhutan hujan tropis.
  • Menyerukan pemerintah Indonesia untuk segera mendeklarasikan moratorium konversi lahan gambut dan hutan dengan kriteria minimum sebagai berikut:
  1. Tidak ada perkebunan baru dalam kawasan hutan yang sudah dipetakan,
  2. Tidak ada perkebunan baru yang dibuka dengan cara merusak lahan gambut,
  3. Tidak ada perkebunan atau perluasan areal perkebunan pasca-November 2005 yang dihasilkan dari deforestasi atau merusak kawasan dengan nilai konservasi tinggi (High Conservation Value Forest, HCVF),
  4. Tidak ada perkebunan atau perluasan areal perkebunan pada kawasan masyarakat adat atau kelompok masyarakat yang menggantungkan hidup mereka pada hutan tanpa persetujuan mereka yang diambil tanpa tekanan (free prior informed consent, FPIC),
  5. Menginformasikan secara terbuka rantai lacak pasokan serta sistem segregasi yang dapat menandai dan mengecualikan minyak kelapa sawitdari kelompok yang gagal memenuhi kriteria di atas.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s