Kado pahit 59 tahun SBY

Sebelumnya, selamat ulang tahun bapak Presiden tercinta Susilo Bambang Yudhoyono yang ke-59. Sehat dan semakin bijaksana tentunya <amiiiiiiiiiiiiiiiiin>.

Maksud hati kado manis diraih, apa daya kecewa yang diperoleh. Belum hilang kekecewaan pada Joko Suprapto dengan temuan mutakhir PLTJ (pembangkit listrik tenaga jin- hehehe) yang diberi jargon Blue Energy. Berharap terulang kembali dongeng seorang raja dengan sentuhan magisnya menjadi emas. Bung Joko mengklaim, mampu menyulap air menjadi bbm. Kenyataan kadang kala tak seindah yang diharapkan. Hasil yang dijanjikan bung joko tak terbukti sampai saat ini. Tapi Joko yang satu ini bukan sembarang Joko, cukup canggih pak Joko yang satu ini. Sampai-sampai banyak “korban” berjatuhan. Salah satu jajaran Rektoriat yang berasal dari PT yang cukup disegani diYogya di buatnya bertekuk lutut, hingga meletakkan jabatan kerektorannya karena bujuk rayuan bung Joko dengan Blue Energy-nya.

Lain Blue Energy lain pula yang satu ini. “Super toy”, memang seperti namanya yang super, padi varietas ini digadang-gadang sanggup mengembalikan supremasi Indonesia dalam bidang pangan. Dengan kata lain, swasembada pangan telah menunggu diambang pintu. Super toy yang merupakan hasil kolaborasi apik antara padi Rojolele dan Pandan Wangi. Maksud persilangan ini supaya padi yang dihasilkan memiliki aroma wanginya pandan serta gurih layaknya lele goreng. (hehehe- Ngawur dink).

Di bawah payung Sarana Harapan Indo Group yang di nakhodai Heru Lelono selaku penangung jawab, riset mengenai Super toy ini dikembangkan. Padi galur Super Toy HL-2 ini memiliki keunggulan, yaitu dapat dibudidayakan pada berbagai jenis lahan persawahan selain itu dapat dipanen tiga kali setahun tanpa perlu menanam ulang bibit. Batang padi sisa panen cukup ditebas dan disisakan batangnya dengan panjang kurang lebih 3 centimeter dari permukaan tanah. Batang sisa tebasan dari panen akan tumbuh kembali dan siap dipanen 96 hari kemudian. Padi ini mengambil semboyan jadul “tebas satu, tumbuh seminggu”.

WeeitZ,….

bukan sulap, pasti sihir. Panen perdana pada 16 April 2008 yang dipanen lansung oleh Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono dan Menteri Pertanian Anton Apriyantono, serta Menteri Kabinet Indonesia Bersatu lainnya. Di areal sawah seluas 103 ha yang terletak di Desa Grabag Kabupaten Purworejo, Hasil panen dari galur ini mencapai 10 ton beras per hektar. Dapat dikatakan hasil panen padi Super Toy ini dua kali lipat dibanding padi IR 64 yang biasa ditanam oleh petani. Selama ini hasil panen yang diterima petani padi IR 64 rata-rata 6-7 ton per hektar gabah atau setara 4-5 ton beras.

Belum hilang euforia atas keberhasilan panen perdana pada bulan april, petani berharap “ngalap berkah” supaya panen kali kedua Super toy seperti apa yang telah dirisetkan. Tapi apa daya, sebulan setelah pemangkasan kedua, tanaman padi super toy malahan gagal panen alias puso (kopong). Untuk kali kedua riset jebolan “Cikeas training center” belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. Hal ini membuat sang Presiden yang notabene pencetus ide pembuatan lembaga riset ini mendapat tekanan hebat dari publik.

Pada hari jadinya yang ke-59, ternyata kado pahit masih didapat pak SBY.

Lebih sabar Mr.President

2 Comments

  1. Selamat Ulang Tahun Pak Presiden SBY, semoga sehat dan sukses selalu. amien
    Moga hal ini dapat dijadikan pembelajaran di masa datang. Semoga di tahun 2009 dapat terpilih sebagai Presiden utk yang kedua kalinya, amien

  2. dunia kok aneh gara2 bbm smua jdi gila klu bleh ngomong ya bbm murah hartA MELIMPAH


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s